Chapnews.id – Peta politik di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, mendadak mengalami pergeseran signifikan setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi mengumumkan kepindahannya ke Partai Demokrat. Tokoh yang akrab disapa Appi ini secara resmi meninggalkan Partai Golkar, partai yang selama ini menjadi kendaraan politiknya, untuk bergabung dengan barisan Partai Demokrat.
Keputusan besar ini menjadi sorotan tajam para pengamat politik dan masyarakat luas, mengingat posisi strategis Appi sebagai pemimpin Kota Makassar. Langkah ini menandai babak baru dalam perjalanan karier politik sang Wali Kota di wilayah tersebut.

Dalam keterangannya pada Kamis (8/10), Appi mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Partai Demokrat di Sulawesi Selatan. Ia merasa diterima dengan tangan terbuka untuk menjadi bagian dari perjuangan partai tersebut di wilayah ini.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Partai Demokrat karena telah bersedia menerima saya sebagai kader baru di Sulawesi Selatan," ujar Appi dengan nada optimis.
Appi menyadari bahwa transisi ini memerlukan proses adaptasi yang matang. Ia menyatakan bahwa langkah awal yang akan ia lakukan adalah membangun komunikasi dan perkenalan yang intensif dengan jajaran pengurus serta kader Demokrat lainnya. Baginya, menyatukan visi dengan rekan-rekan baru adalah kunci utama dalam memulai perjalanan politik di rumah barunya.
Lebih lanjut, politisi berpengalaman ini menekankan pentingnya semangat kolektivitas. Menurutnya, membesarkan sebuah partai politik bukanlah tugas individu, melainkan kerja keras bersama yang memerlukan sinergi antar kader. Ia meyakini bahwa kekuatan utama partai terletak pada kolaborasi yang solid untuk menjalankan berbagai agenda politik di masa depan.
"Kita tidak bisa melakukan banyak hal jika tidak membangun kolaborasi dan kerja sama yang kuat sesama kader Partai Demokrat. Ke depan, tentu banyak agenda besar yang harus kita kerjakan secara bersama-sama demi memperkuat dan membesarkan partai ini," tambahnya.
Sebelum memutuskan berpindah haluan, Appi merupakan kader militan Partai Golkar. Kepindahannya ini diprediksi akan memberikan dampak pada konstelasi politik lokal, terutama dalam menghadapi dinamika politik mendatang.
Perlu diingat bahwa Appi baru saja menapaki tonggak sejarah baru dalam karier politiknya setelah memenangkan Pilkada Makassar 2024. Dalam kontestasi tersebut, ia berpasangan dengan Aliyah Mustika Ilham dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kota Makassar. Dengan bergabungnya Appi ke Partai Demokrat, kekuatan politik di Sulawesi Selatan dipastikan akan semakin dinamis.


