Ads - After Header

JPO Viral Rasuna Said Dibongkar: Selamat Tinggal Ketidaknyamanan!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara tegas mengumumkan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sempat viral dengan julukan "Love-Hate Relationship" di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan pejalan kaki, dengan target pembongkaran rampung paling lambat September atau Oktober 2024.

Pramono Anung, setelah meninjau langsung lokasi pada Minggu (9/8), menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan fasilitas publik. Dua JPO yang berdekatan tersebut memiliki fungsi serupa, namun salah satunya, yang lebih tua, dinilai tidak lagi relevan dengan standar aksesibilitas modern.

JPO Viral Rasuna Said Dibongkar: Selamat Tinggal Ketidaknyamanan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta lebih lama, sementara yang satu lagi dibuat oleh LRT dan KAI lebih baru," ujar Pramono, dikutip chapnews.id.

JPO yang akan dipertahankan adalah JPO integrasi yang terkoneksi langsung dengan Stasiun LRT Rasuna Said dan Halte Transjakarta. JPO ini dilengkapi dengan lift dan guiding block, menjadikannya sangat ramah bagi penyandang disabilitas serta lansia, sebuah fasilitas penting yang tidak dimiliki oleh JPO lama.

Opsi untuk menyambungkan kedua JPO juga telah dipertimbangkan, namun ditolak karena adanya perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 sentimeter. Perbedaan ini berpotensi mengurangi kenyamanan dan aksesibilitas pengguna, sehingga pembongkaran menjadi pilihan terbaik demi keselamatan dan kemudahan warga.

"Yang satu akan kita bongkar. Alasannya karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas. Kalau kita sambungkan, ada beda ketinggian yang cukup tinggi," tegas Pramono, menyoroti pentingnya fasilitas yang inklusif.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menambahkan bahwa proses pembongkaran akan dimulai setelah penyelesaian administrasi aset bersama Badan Pengelolaan Aset Daerah dan tahapan pelelangan. "Kalau pembongkaran, saya lihat tidak begitu lama, mungkin sekitar dua-tiga minggu," kata Heru, memastikan efisiensi pelaksanaan.

Setelah JPO lama tiada, seluruh akses penyeberangan akan difokuskan melalui JPO integrasi, dengan jaminan bahwa seluruh fasilitas, termasuk lift, akan berfungsi optimal demi kenyamanan seluruh warga Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih aman dan mudah diakses bagi semua lapisan masyarakat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer