Chapnews – Nasional – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan komitmen institusinya untuk selalu terbuka terhadap segala bentuk kritik dan evaluasi dari masyarakat. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Polri mewujudkan diri sebagai "civilian police" yang dekat dan dicintai rakyat, sejalan dengan amanat reformasi.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/2), Sigit menekankan bahwa Korps Bhayangkara siap menerima dan menjalankan setiap masukan demi perbaikan berkelanjutan. "Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk supaya bisa mengantarkan Polri ini sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat," ujar Sigit, dikutip dari chapnews.id.

Sigit juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawasi dan memberikan masukan konstruktif. Ia menjamin, pihaknya tidak akan membatasi ruang berekspresi masyarakat, sebagai bentuk dukungan terhadap iklim demokrasi di Indonesia. "Terkait dengan hak-hak dari rekan-rekan semua untuk menyampaikan suara kritis, maka kewajiban Polri untuk memberikan pelayanan yang baik," tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas ketertiban dan keamanan. Hal ini, menurutnya, merupakan modal utama bagi pembangunan bangsa menuju tercapainya cita-cita besar Indonesia Emas 2045.
Pernyataan Kapolri ini muncul di tengah sorotan publik terhadap sejumlah insiden yang melibatkan anggota kepolisian. Beberapa kasus kekerasan yang diduga melibatkan oknum polisi, serta isu keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba dan penerimaan setoran dari bandar, sempat mencuat dan memicu perdebatan luas. Kondisi ini memperkuat urgensi reformasi dan evaluasi internal di tubuh Polri, menjadikan ajakan Kapolri untuk dikritik sebagai langkah strategis dalam membangun kembali kepercayaan publik.



