Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/beritarakyat/public_html/chapnews.id/wp-includes/functions.php on line 6131
KLH Ancam Cabut Izin 8 Perusahaan Biang Kerok Banjir Batang Toru! - ChapNews

Ads - After Header

KLH Ancam Cabut Izin 8 Perusahaan Biang Kerok Banjir Batang Toru!

Ahmad Dewatara

KLH Ancam Cabut Izin 8 Perusahaan Biang Kerok Banjir Batang Toru!

Chapnews – Nasional – Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dengan berencana merevisi izin lingkungan terhadap delapan perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tindakan ini merupakan respons atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan tersebut pada akhir November lalu, yang diduga diperparah oleh aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa revisi izin akan didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam mengantisipasi curah hujan ekstrem akibat siklon tropis. "Jika perusahaan tidak memenuhi standar yang ditetapkan, kami akan segera merevisi izin lingkungannya, bahkan menghentikan kegiatan operasionalnya," tegas Hanif kepada awak media, Selasa (2/12).

KLH Ancam Cabut Izin 8 Perusahaan Biang Kerok Banjir Batang Toru!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

KLH menduga delapan perusahaan tersebut turut andil dalam memperparah dampak banjir di wilayah Sumatera Utara. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari tanaman industri, pertambangan emas, hingga perkebunan sawit. Investigasi mendalam dilakukan untuk menelusuri asal-usul gelondongan kayu yang terseret banjir.

"DAS Batang Toru memiliki topografi curam dengan aktivitas industri di lerengnya. Kami mencatat ada delapan entitas yang beroperasi di wilayah tersebut," jelas Hanif. Analisis citra satelit juga menguatkan temuan ini. Deputi Penegakkan Hukum (Gakkum) KLH telah memanggil delapan perusahaan tersebut pada Senin (8/12) untuk dimintai keterangan terkait asal-usul kayu yang hanyut saat hujan deras.

KLH meminta perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjelaskan secara rinci persoalan yang ada, termasuk menyajikan citra satelit resolusi tinggi saat kejadian banjir. "Citra satelit ini penting untuk membuktikan asal-usul kayu yang hanyut, sehingga kami dapat merumuskan langkah-langkah selanjutnya," pungkas Hanif.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer