Chapnews – Nasional – Kapal perang mutakhir milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), KRI Prabu Siliwangi-321, akhirnya tiba di perairan Indonesia, tepatnya di Selat Sunda. Kedatangan kapal ini menandai babak baru penguatan pertahanan maritim nasional setelah menempuh pelayaran panjang dari dermaga Base Navale Della Spezia, Italia, sejak Februari lalu.
Laksamana Pertama Tunggul, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id pada Senin (23/3), menyatakan bahwa kedatangan KRI Prabu Siliwangi-321 di Selat Sunda merupakan puncak dari rangkaian panjang "Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26." Pelayaran lintas samudra ini, yang dimulai dari Italia, kini telah mencapai fase akhirnya di perairan yurisdiksi Indonesia.

Sambutan meriah diberikan oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I. Kedua kapal perang tersebut melaksanakan passing exercise (Passex) atau manuver laut, sebuah demonstrasi profesionalisme dan kesiapsiagaan tinggi dari unsur-unsur TNI Angkatan Laut.
Tunggul menjelaskan bahwa Passex berjalan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut. "Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional antar kapal perang dalam menjaga kedaulatan yurisdiksi Indonesia," tambahnya.
Setelah serangkaian kegiatan di laut yang menunjukkan kekuatan dan kesiapan, KRI Prabu Siliwangi-321 akan melanjutkan pelayarannya menuju Dermaga Panjang, Lampung, untuk melaksanakan bekal ulang logistik dan persiapan lebih lanjut.
Kedatangan kapal ini, menurut Tunggul, bukan hanya sekadar penambahan alutsista, melainkan sebuah tonggak penting dalam memperkuat postur pertahanan maritim nasional. Keberhasilan pelayaran lintas samudera, yang melintasi Samudera Atlantik dan Samudera Hindia, juga menjadi bukti kapabilitas dan ketahanan awak serta kapal. Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan secara langsung di Jakarta pada akhir Maret 2026, sebelum secara resmi memperkuat Komando Armada Republik Indonesia.


