Ads - After Header

Macet Ketapang Bikin Emosi! Ini Penyebabnya!

Ahmad Dewatara

Macet Ketapang Bikin Emosi! Ini Penyebabnya!

Chapnews – Nasional – Kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang terjadi sejak awal Juli 2025 dan mencapai puncaknya pada Sabtu (26/7) akhirnya terkuak penyebabnya. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengungkapkan bahwa penurunan drastis jumlah kapal penyeberangan rute Ketapang-Gilimanuk menjadi biang keroknya.

Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli lalu berdampak signifikan. Dari 15 kapal yang sebelumnya beroperasi, kini hanya enam kapal yang diizinkan berlayar. Hal ini merupakan hasil evaluasi keselamatan ketat dari otoritas pelayaran. "Bayangkan, dari 15 kapal menjadi hanya enam, dan kapasitas angkut per kapal juga turun drastis," ujar Nyono.

Macet Ketapang Bikin Emosi! Ini Penyebabnya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kapal-kapal yang biasanya mampu mengangkut hingga 20 kendaraan, kini hanya diperbolehkan membawa lima unit saja. Penyesuaian ini dilakukan untuk menjamin kestabilan kapal, terutama saat mengangkut truk berat dan panjang, khususnya jenis LCT yang selama ini mengangkut truk lebih dari tiga sumbu dengan panjang lebih dari 12 meter.

Akibatnya, antrean kendaraan, terutama truk logistik, mengular hingga puluhan kilometer. Truk-truk berat harus menunggu lama karena kapal LCT harus bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk terlebih dahulu sebelum kembali ke Ketapang.

Pemprov Jatim, meskipun pengelolaan Pelabuhan Ketapang berada di bawah pemerintah pusat, tak tinggal diam. Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah mengirimkan surat resmi kepada Menteri Perhubungan untuk menambah kapal berkapasitas besar. Surat tersebut, yang ditandatangani Sabtu malam di Ponorogo, akan dikirim resmi pada Senin (28/7), meskipun komunikasi intensif melalui WhatsApp telah dilakukan.

Selain itu, Pemprov Jatim juga mendorong pengaktifan Pelabuhan Jangkar di Situbondo sebagai alternatif, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XI Jawa Timur-Bali.

Dampak kemacetan ini sangat terasa, tak hanya pada waktu tempuh dan kenyamanan, tetapi juga distribusi logistik. Slamet, seorang sopir truk asal Pasuruan yang mengangkut sayur untuk Bali, mengaku terjebak antrean selama dua hari dan khawatir muatannya rusak.

Sementara itu, ASDP melalui siaran pers menyatakan pada Minggu (27/7) terdapat 26 kapal aktif melayani lintas Ketapang-Gilimanuk dengan 8 trip per hari. Kondisi antrean kini jauh lebih terkendali, turun signifikan dari 30 kilometer menjadi 1,3 hingga 2 kilometer. ASDP juga akan menambah kapal bantuan, KMP Gading Nusantara, yang mampu mengangkut 30-40 unit kendaraan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menegaskan semua kapal laik laut dan operasional pelabuhan normal, meskipun ada penyesuaian kapasitas angkut. Pembatasan load factor pada kapal LCT merupakan langkah preventif demi keselamatan. Proyek preservasi nasional yang menutup Jalur Gumitir hingga 24 September 2025 juga memperparah situasi, karena mengalihkan kendaraan logistik melalui jalur utara. ASDP dan instansi terkait menyiapkan kantong parkir dan mengatur ritme keberangkatan kapal.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer