Chapnews – Nasional – Jakarta – Setelah pelarian panjang, Andre Fernando alias ‘The Doctor’, buronan kelas kakap yang menjadi pemasok utama sabu untuk bandar narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin, akhirnya tiba di Bareskrim Polri pada Senin (6/4) malam. Kedatangannya yang tak terduga dengan kursi roda langsung menyita perhatian publik.
Sekitar pukul 19.35 WIB, Andre Fernando muncul dengan pengawalan ketat. Tangannya terborgol erat, sementara kedua kakinya tampak diperban. Ia segera didudukkan di kursi roda dan digiring masuk ke dalam gedung Bareskrim, memilih bungkam seribu bahasa di hadapan sorotan kamera awak media.

Penangkapan ‘The Doctor’ merupakan buah kolaborasi apik lintas negara antara tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Hubinter Polri, dan Kepolisian Diraja Malaysia. Pria berusia 32 tahun ini berhasil diciduk di wilayah Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4), setelah sekian lama berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diterbitkan Bareskrim Polri.
Andre Fernando disebut-sebut sebagai otak di balik pasokan sabu yang diedarkan Ko Erwin di wilayah Bima, NTB. Menurut keterangan pihak berwenang, Ko Erwin diketahui dua kali melakukan transaksi besar dengan ‘The Doctor’ pada Januari 2026. Transaksi pertama senilai Rp400 juta untuk 2 kilogram sabu, disusul transaksi kedua dengan jumlah uang yang sama namun untuk 3 kilogram sabu.
Kasus Ko Erwin sendiri telah menyeret nama-nama penting, termasuk mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi, menunjukkan betapa luasnya jaringan yang terlibat.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa ‘The Doctor’ menyediakan berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, vape yang mengandung etomidate, dan ‘happy water’. Jaringan narkotika yang dikendalikan ‘The Doctor’ terbilang luas, dengan fokus di wilayah Riau. Ia menyelundupkan cartridge vape bermerek Ferarri dan Lamborgini yang mengandung etomidate melalui jalur laut dari Malaysia, masuk ke Indonesia via Dumai, Riau.
Sementara itu, untuk pengiriman sabu, modusnya tak kalah licik: narkotika diselundupkan menggunakan kargo, disembunyikan di dalam boneka, lalu dibungkus rapi dalam kotak kado untuk mengelabui petugas. Penangkapan Andre Fernando ini diharapkan dapat membongkar jaringan narkoba internasional yang lebih besar dan memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut di Indonesia.


