Chapnews – Nasional – Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, kembali menjadi saksi bisu gelombang pemudik yang tak terbendung menjelang perayaan Idulfitri. Ribuan kendaraan pribadi, bus, dan sepeda motor, bersama puluhan ribu pemudik pejalan kaki, memadati setiap sudut pelabuhan, menciptakan pemandangan antrean panjang yang mengular hingga ke luar area dermaga. Kondisi ini mencerminkan puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi beberapa hari sebelum Lebaran.
Lonjakan signifikan jumlah pemudik telah terasa sejak H-5 Lebaran, namun intensitasnya terus meningkat drastis memasuki akhir pekan. Banyak warga yang memilih pulang kampung lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem, namun volume kendaraan yang masuk ke area pelabuhan tetap membludak, melebihi kapasitas normal. Antrean kendaraan roda empat dilaporkan mencapai beberapa kilometer di jalan tol menuju Merak, sementara di dalam pelabuhan, area tunggu dipenuhi sesak oleh calon penumpang.

Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bekerja ekstra keras untuk mengurai kepadatan. Rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah titik krusial, termasuk pengalihan arus dan sistem buka-tutup jalur, demi memastikan kelancaran pergerakan kendaraan. Penambahan trip kapal feri juga terus dilakukan secara maksimal, beroperasi 24 jam non-stop, untuk mempercepat proses penyeberangan ke Pulau Sumatera.
Meski harus berhadapan dengan antrean panjang dan waktu tunggu yang tidak sebentar, semangat para pemudik untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman tak luntur. Raut wajah lelah terlihat jelas, namun dibalik itu tersimpan harapan dan kebahagiaan menyambut momen Lebaran. "Sudah biasa mas, yang penting sampai tujuan dan bisa Lebaran bareng keluarga," ujar salah seorang pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Lampung, sambil menggendong anaknya.
chapnews.id memantau, kondisi serupa diprediksi akan terus berlanjut hingga malam takbiran. Pihak berwenang mengimbau para pemudik untuk tetap bersabar, menjaga kesehatan, dan selalu mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan perjalanan. Kesiapan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi puncak arus mudik yang masif ini, memastikan setiap pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan merayakan Idulfitri bersama orang-orang terkasih.


