Ads - After Header

Misteri Pengeroyokan Aktivis BEM UI

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kasus kekerasan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda, kini menjadi sorotan tajam di tingkat nasional. Insiden pengeroyokan yang terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada akhir pekan lalu tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari pucuk pimpinan DPR RI.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, secara tegas mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat dalam mengungkap kasus ini. Ia meminta agar pihak kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan profesional guna segera menangkap orang tak dikenal (OTK) yang bertanggung jawab atas tindakan brutal tersebut. Menurut Puan, segala bentuk kekerasan fisik tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan bernegara.

Misteri Pengeroyokan Aktivis BEM UI
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Kami akan meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan segera menemukan pelakunya," tegas Puan saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (6/10). Puan juga menambahkan bahwa pihaknya akan menugaskan Komisi III DPR RI untuk mendalami insiden ini secara mendalam guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Senada dengan Puan, anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, memberikan penilaian yang lebih keras. Ia menyebut serangan fisik yang dialami seorang mahasiswa tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan sebuah bentuk teror yang nyata. Nasir menekankan pentingnya mengungkap motif di balik serangan tersebut agar publik mendapatkan kejelasan.

"Penyerangan secara fisik kepada mahasiswa adalah bentuk teror yang nyata. Motif pemukulan itu harus segera diungkap," ujar Nasir. Ia pun menaruh harapan besar pada keberadaan alat bukti digital, seperti rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, yang dapat menjadi petunjuk kunci bagi polisi untuk mengidentifikasi para pelaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut menimpa Hafidz atau yang akrab disapa Bapis, saat ia tengah dalam perjalanan pulang setelah melakukan kegiatan konsolidasi di wilayah Tebet pada Minggu malam. Hafidz diduga menjadi korban serangan brutal setelah motor yang dikendarainya ditendang hingga ia terjatuh.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengungkapkan bahwa serangan tersebut tidak hanya melibatkan penganiayaan fisik, tetapi juga disertai dengan ancaman pembunuhan. Akibat kejadian tersebut, Hafidz mengalami luka-luka serius, mulai dari cedera di bagian kepala, lebam di sekujur tubuh, hingga robek pada bagian bibir.

Ada kejanggalan yang disoroti oleh pihak BEM UI terkait motif pelaku. Legal Consultant BEM UI, Adiluhung, mencatat bahwa pelaku tidak langsung melarikan diri dengan sepeda motor korban. Hal ini memicu kecurigaan bahwa motif utama serangan bukanlah perampokan atau pembegalan biasa.

"Setelah menendang motor, pelaku justru fokus memukuli korban. Mereka baru mengambil ponsel korban setelah pertikaian selesai. Ini sangat aneh jika tujuannya murni pembegalan," ungkap Adiluhung.

Menanggapi laporan tersebut, Polda Metro Jaya menyatakan komitmennya untuk mendalami kasus ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap anggota organisasi mahasiswa tersebut dan meminta korban atau pihak terkait untuk segera melengkapi laporan resmi guna mempercepat proses hukum. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini dapat dipantau melalui laman chapnews.id.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer