Chapnews – Ekonomi – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menetapkan target ambisius untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru). Setidaknya 10 ruas jalan tol baru direncanakan dapat beroperasi secara fungsional, siap menyokong mobilitas masyarakat pada periode krusial tersebut.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol bukan sekadar memfasilitasi transportasi. Lebih dari itu, ia memandang proyek-proyek ini sebagai instrumen vital dalam pemerataan pembangunan antarwilayah dan penguatan fondasi ekonomi di berbagai daerah. "Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional," ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Minggu (21/6/2026).

Senada dengan Menteri Dody, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Ni Komang Rasminiati, mengungkapkan optimisme berdasarkan progres konstruksi terkini. Ia memprediksi bahwa 10 ruas tol tersebut berpotensi besar rampung pada akhir tahun 2026. "Memang sesuai dengan progres konstruksi sampai sekarang, ada rencana sekitar 10 ruas. Harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Nataru," jelas Ni Komang.
Secara total, kesepuluh ruas jalan tol yang ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2026 ini memiliki panjang sekitar 201,12 kilometer. Meskipun daftar spesifik ruas tol tersebut belum dirinci dalam kesempatan ini, diharapkan kehadirannya akan secara signifikan mengurangi kepadatan lalu lintas dan mempersingkat waktu tempuh bagi para pemudik, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.
Informasi lebih lanjut mengenai daftar lengkap ruas tol dan persiapan operasionalnya akan terus diupdate melalui chapnews.id.


