Chapnews – Ekonomi – Pemerintah mengklaim bahwa program magang nasional telah memberikan kontribusi substansial terhadap perbaikan ekonomi bagi para pesertanya dan keluarga mereka, di tengah upaya intensif untuk memperkuat pasar kerja domestik. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta merasakan adanya peningkatan kondisi finansial keluarga, terutama berkat dukungan dana saku yang diberikan selama periode magang.
Dalam sebuah jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026), Yassierli memaparkan data kepuasan peserta terkait dampak ekonomi. "Apakah program magang ini membantu kondisi ekonomi peserta dan atau keluarga? 36,52 persen menyatakan sangat membantu, dan 30,61 persen merasa cukup membantu," ujarnya. Data ini, menurutnya, sejalan dengan harapan pemerintah menjadikan program magang sebagai bagian dari stimulus ekonomi. Sementara itu, sekitar 30,45 persen peserta tidak merasakan dampak positif, dan sebagian kecil (2,07 persen sangat tidak membantu, 0,35 persen sangat tidak membantu) menunjukkan ketidakpuasan.

Evaluasi mendalam terhadap sekitar 65.000 peserta magang menunjukkan bahwa uang saku yang diterima memiliki peran krusial dalam meringankan beban finansial harian keluarga. Selain aspek finansial, kepuasan peserta juga terukur pada dimensi non-finansial. Rinciannya, 52,13 persen peserta menyatakan puas, dan 32,13 persen cukup puas dengan keseluruhan program. Hanya 15,05 persen yang merasa tidak puas, serta persentase yang sangat kecil (0,29 persen dan 0,42 persen) menyatakan sangat tidak puas.
Secara agregat, sekitar 67 persen peserta merasa program ini sangat mendukung perkembangan diri mereka, ditambah 30,45 persen yang merasa cukup terbantu. Ini berarti hanya sekitar 2,42 persen peserta yang menilai uang saku tersebut belum memberikan dampak substansial. Lebih lanjut, efektivitas program ini tidak hanya diukur dari dukungan finansial dan kepuasan, tetapi juga dari peluang serapan tenaga kerja pasca-magang. Hasil evaluasi komprehensif terhadap puluhan ribu alumni mengindikasikan adanya tren positif terkait tawaran pekerjaan langsung dari sektor industri yang memiliki permintaan pasar tinggi, sebagaimana dilaporkan oleh chapnews.id.

