Ads - After Header

Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbang, Bawa Urine Palsu!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Dunia penerbangan internasional digegerkan oleh terungkapnya modus operandi penyelundupan narkotika yang melibatkan seorang pilot maskapai Malaysia Airlines. Tersangka, Mohd Saufi bin Othman (39), tidak hanya diduga menjadi kurir sabu dan ekstasi, namun juga kedapatan membawa botol berisi urine yang disiapkan khusus untuk mengelabui tes narkoba mendadak.

Penangkapan dramatis terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (28/7) sekitar pukul 23.30 WIB. Petugas Bea Cukai Terminal 3 Kedatangan Internasional menunjukkan kewaspadaan tinggi setelah mencurigai sebuah bagasi saat pemeriksaan X-ray. Kecurigaan itu berujung pada penggeledahan koper dan pemeriksaan intensif terhadap pemiliknya, yang tak lain adalah Mohd Saufi.

Pilot Malaysia Nyabu Saat Terbang, Bawa Urine Palsu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa kecurigaan petugas Bea Cukai terbukti saat ditemukan 14 bungkus besar dan satu paket kecil narkotika jenis sabu di dalam koper pilot tersebut. Temuan ini segera dilaporkan ke Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, fakta yang paling mencengangkan terungkap dalam pengembangan kasus. Tersangka Mohd Saufi kedapatan membawa sebuah botol kecil berisi urine. Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, menjelaskan bahwa botol tersebut diduga kuat merupakan "urine cadangan" yang disiapkan untuk mengelabui tes narkoba mendadak, baik dari maskapai maupun otoritas penerbangan. "Dari pengakuan, botol tersebut berisi urine ‘bersih’ sebelum yang bersangkutan mengonsumsi narkotika," imbuhnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, hasil tes urine yang dilakukan petugas menunjukkan Mohd Saufi positif mengonsumsi tiga jenis narkotika sekaligus: sabu, ekstasi, dan kokain. Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, secara tegas menyatakan, "Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai (narkoba)." Ini mengindikasikan bahwa tersangka berada di bawah pengaruh zat adiktif saat menjalankan tugas menerbangkan pesawat, sebuah pelanggaran serius terhadap standar keselamatan penerbangan.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Mohd Saufi yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku diperintahkan oleh seseorang untuk membawa sabu ke Jakarta dengan imbalan fantastis sebesar RM50.000.

Menanggapi kasus ini, Malaysia Airlines menyatakan menghormati penuh proses hukum yang berlangsung di Indonesia dan akan bersikap kooperatif terhadap penyelidikan otoritas setempat. Maskapai tersebut menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran, serta sedang melakukan peninjauan internal. Keselamatan, keamanan, dan integritas operasional tetap menjadi prioritas utama perusahaan, demikian dilansir Free Malaysia Today.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer