Chapnews – Nasional – Jakarta – Gelombang empati dan upaya pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir. Seorang pengamat ekonomi politik, Frits Oscar Fanggidae, menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat proses pemulihan dan menjangkau semua korban terdampak.
Frits menegaskan bahwa pemerintah memegang tanggung jawab utama dalam memastikan setiap warga yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan penanganan yang memadai. "Tidak boleh ada satu pun warga yang luput dari jangkauan bantuan. Semua harus diperhatikan secara serius," ujar Frits dalam keterangan yang diterima chapnews.id, Rabu (26/8).

Pernyataan ini sejalan dengan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke NTT sebelumnya. Gibran meninjau langsung kondisi pengungsian dan fasilitas publik di Sikka, serta membawa serta mahasiswa Fakultas Psikologi UI untuk memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak.
Menurut Frits, kehadiran langsung pejabat negara di lokasi bencana adalah manifestasi dari tanggung jawab pemerintah. "Kehadiran pejabat adalah krusial dalam situasi darurat seperti ini, untuk melihat langsung penanganan yang berjalan dan memastikan respons yang efektif," tambahnya.
Lebih lanjut, Frits mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan berbagai lapisan masyarakat dalam proses penanganan bencana. Ia menilai partisipasi aktif ini sangat positif dan memberikan kontribusi signifikan. "Siapa pun yang merasa terpanggil untuk membantu penanganan gempa ini, baik mahasiswa maupun kelompok lain, sangat kami dorong untuk berpartisipasi aktif," jelasnya.
Saat ini, Frits menekankan bahwa prioritas utama pemerintah haruslah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, sekaligus mempercepat rehabilitasi infrastruktur fisik. "Pemulihan akan sangat bergantung pada seberapa cepat kita bisa memperbaiki kerusakan, terutama pada sarana publik vital seperti pelabuhan, jembatan, dan jalan. Ini harus segera ditangani demi kelancaran aktivitas dan ekonomi masyarakat," pungkas Frits, menyoroti urgensi tindakan cepat dan terkoordinasi.

