Ads - After Header

Pecah Keheningan! Andrie Yunus Bicara Usai Disiram Air Keras

Ahmad Dewatara

Pecah Keheningan! Andrie Yunus Bicara Usai Disiram Air Keras

Chapnews – Nasional – Aktivis Andrie Yunus akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh pihak tak dikenal. Melalui unggahan di akun Instagram @kontras_update pada Kamis (2/4), Andrie menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang mengalir deras dan menegaskan komitmennya untuk tetap kuat menghadapi situasi yang menimpanya.

Dalam rekaman pernyataan yang dibuat pada Rabu (1/4), Andrie Yunus dengan suara lantang menyampaikan pesan. "Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut. Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian," ujarnya. Ia juga menyuntikkan semangat perjuangan dengan seruan ikonik, "A luta continua! Panjang umur perjuangan!"

Pecah Keheningan! Andrie Yunus Bicara Usai Disiram Air Keras
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat ini, kondisi Andrie Yunus masih memerlukan perawatan intensif di ruang high care unit (HCU). Untuk menjaga stabilitas dan mempercepat pemulihan pasien, pihak keluarga, kuasa hukum, serta tim medis rumah sakit sepakat untuk membatasi kunjungan.

Insiden tragis yang menimpa Andrie terjadi pada Kamis (12/3) malam, sesaat setelah ia menghadiri acara siniar bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, sebelumnya mengungkapkan bahwa serangan brutal tersebut mengakibatkan luka serius di sejumlah bagian tubuh Andrie, termasuk area wajah, dada, kedua tangan, dan mata.

Penyelidikan kasus ini telah melibatkan dua institusi penegak hukum, yakni Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dan Polda Metro Jaya. Tak sampai sepekan setelah kejadian, Puspom TNI berhasil mengamankan empat anggota TNI yang diduga terlibat. Mereka adalah Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES, yang kesemuanya bertugas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI. Sementara itu, Polda Metro Jaya sempat mengidentifikasi dua terduga pelaku sipil berinisial BHC dan MAK, namun kemudian menyatakan tidak menemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.

Penanganan perkara kemudian dilimpahkan sepenuhnya kepada Puspom TNI setelah terbukti adanya keterlibatan unsur militer. Keempat anggota TNI yang diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur sejak 18 Maret. Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan bahwa para tersangka dijerat pasal penganiayaan dan memastikan proses hukum akan dilakukan secara terbuka dan profesional.

Meskipun demikian, hingga awal April atau sekitar tiga pekan sejak peristiwa penyiraman air keras terjadi, motif di balik teror yang menimpa Andrie Yunus masih menjadi misteri besar dan belum terungkap ke publik.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer