Chapnews – Ekonomi – Pekan perdagangan 7-11 September 2026 menjadi periode yang menantang bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela mengakhiri sesi di zona merah, terparkir pada level 6.541. Angka ini mencerminkan penurunan signifikan sebesar 95,098 poin atau 1,43 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya yang berada di level 6.636.
Di tengah tekanan pasar yang melanda, sejumlah saham emiten terpantau mengalami koreksi yang cukup dalam, bahkan terjun bebas. Fenomena ini menjadi sorotan utama bagi para investor yang memantau pergerakan bursa.

Saham HOPE memimpin daftar ‘top losers’ dengan koreksi paling tajam, mencapai 25,00 persen. Harga sahamnya anjlok dari Rp272 menjadi Rp204, kehilangan Rp68 per lembar dalam sepekan. Disusul oleh NATO yang merosot 18,58 persen, dari Rp1.265 ke Rp1.030. Sementara itu, saham COIN juga tak luput dari tekanan, terkoreksi 15,38 persen, dari Rp845 menjadi Rp715.
Koreksi signifikan juga dialami oleh BELI yang melemah 14,94 persen, ditutup pada Rp296. Saham FILM juga tercatat turun 13,83 persen menjadi Rp810, diikuti OMED yang terkoreksi 13,71 persen ke level Rp214.
Di jajaran berikutnya, JELI anjlok 13,45 persen menjadi Rp515. TCPI juga tak berdaya, melemah 12,39 persen ke Rp1.980. Kemudian, POLI turun 12,32 persen menjadi Rp890, dan APIC menutup daftar 10 saham terburuk dengan koreksi 12,16 persen, berakhir di Rp448.
Pergerakan saham-saham ini menjadi cerminan dari sentimen negatif yang menyelimuti pasar sepanjang pekan tersebut. Investor diimbau untuk selalu cermat dalam mengambil keputusan investasi, terutama di tengah volatilitas pasar yang tinggi. Informasi lebih lanjut mengenai pergerakan pasar dan analisis ekonomi terkini dapat diakses melalui chapnews.id.


