Ads - After Header

Pramono Anung: Jakarta Bidik Pusat Kopi Global, Target 2029!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara lugas menyatakan ambisi besar ibu kota untuk bertransformasi menjadi simpul utama industri kopi nasional. Tak hanya itu, Jakarta juga diproyeksikan sebagai gerbang strategis bagi promosi, perdagangan, dan ajang pertemuan para pelaku industri kopi Indonesia dengan pasar global. Pernyataan visioner ini disampaikan Pramono saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, pada Jumat (4/9).

Dalam pidatonya, Pramono menggarisbawahi potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia, didukung oleh keanekaragaman varietas kopi khas Nusantara yang melimpah, serta dinamika industri hilir dan pesatnya budaya konsumsi kopi di Jakarta. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong agar Jakarta bisa menjadi pusat gravitasi bagi ekosistem perkopian Indonesia," tegas Pramono. Ia menambahkan, kekayaan varietas kopi dari Sabang hingga Merauke, jika dikelola melalui kolaborasi terencana, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap akselerasi ekonomi daerah.

Pramono Anung: Jakarta Bidik Pusat Kopi Global, Target 2029!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Industri hilir kopi di Jakarta sendiri menunjukkan geliat yang masif, ditandai dengan pertumbuhan kedai kopi, kafe, dan restoran yang kini menopang hampir 193.000 pelaku usaha. Pramono menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat, khususnya generasi muda, yang kini menggemari tren ‘grab-and-go’ di sela-sela aktivitas mereka di ruang publik dan komunitas.

Ekonomi Jakarta yang stabil, dengan kontribusi 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan laju inflasi yang terjaga di angka 2,5 persen, menjadi landasan kokoh bagi pertumbuhan sektor ini. Pramono juga berbagi pengalamannya mencicipi kopi dari Tanzania yang hanya mengandalkan satu varietas, kontras dengan kekayaan rasa dan karakter kopi lokal seperti Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani, dan Mandailing yang sangat beragam. Menurutnya, keberagaman ini adalah aset tak ternilai bagi Indonesia untuk bersaing di panggung global. Kehadiran lebih dari 120 stan pameran dalam perhelatan ICX Jakarta 2026 ini, lanjut Pramono, adalah cerminan optimisme terhadap daya saing industri kopi nasional di kancah global.

Gubernur Pramono Anung lebih lanjut menyatakan kesiapan Pemprov DKI untuk memberikan dukungan penuh bagi penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta. Secara khusus, Pramono menantang Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) untuk kembali memboyong ajang bergengsi World of Coffee ke Jakarta sebelum tahun 2030, dengan target spesifik Mei 2029. "Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk bantuan kebijakan dan berbagai fasilitas pendukung lainnya," janji Pramono. Ia berharap Jakarta terus menjadi episentrum gagasan, kreativitas, dan inovasi lintas sektor guna mengembangkan potensi industri kopi nasional secara megah dan berdaya saing luas.

Ajang Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026, yang kini hadir di ibu kota setelah sukses di Surabaya dan Medan, menjadi wadah krusial bagi pertemuan bisnis dan etalase perkembangan jenama serta talenta industri kopi. Pameran ini menampilkan setidaknya 75 jenama kopi pilihan, kompetisi barista tingkat regional, serta berbagai sesi diskusi bersama para pakar industri.

Menurut Daswar Marpaung, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, perkembangan pesat industri kopi nasional terlihat dari semakin beragamnya pelaku dalam ekosistem kopi, mulai dari konsumsi, peralatan, hingga komunitas. "Kami berharap ICX Jakarta 2026 ini menjadi katalisator pertemuan pemangku kepentingan, membuka gerbang kemitraan bisnis, dan memicu lahirnya ide-ide segar demi memperkuat ekosistem kopi Indonesia," ungkap Daswar.

Senada dengan itu, Ketua Umum SCAI, Daryanto Witarsa, menjelaskan bahwa Indonesia Coffee Expo diarahkan menjadi platform yang mempertemukan pelaku industri kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus memperluas jangkauan jejaring dengan pasar global. "Melalui ICX, kami ingin melanjutkan momentum besar tersebut dan membangun sebuah platform milik Indonesia yang mempertemukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, barista, pengolah, pengusaha, hingga pembeli internasional di Jakarta," kata Daryanto. Ia menutup dengan menegaskan komitmen SCAI, dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI, untuk memperluas jaringan kemitraan global dan berupaya keras membawa kembali ajang pameran kopi dunia, World of Coffee, ke ibu kota sebelum tahun 2030.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer