Chapnews – Ekonomi – Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang kontras sepanjang pekan perdagangan 13-17 April 2026. Di tengah optimisme kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah emiten justru harus menghadapi tekanan jual yang masif, membuat saham mereka anjlok signifikan. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepuluh saham dengan kinerja terburuk, atau yang dikenal sebagai ‘top losers’, dalam periode tersebut.
Sementara IHSG berhasil menguat 2,35 persen, menutup pekan di level 7.634, banyak investor yang merasakan pahitnya kerugian. Deretan emiten dari berbagai sektor tak mampu menahan gelombang tekanan jual, memicu penurunan harga yang drastis. Fenomena ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar tidak selalu seragam, di mana keuntungan di satu sisi bisa diiringi kerugian di sisi lain.

Salah satu contoh saham yang mengalami pelemahan adalah PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN). Saham AMAN menyusut 9,26 persen, turun dari Rp324 pada pekan sebelumnya menjadi Rp294. Penurunan ini, meskipun signifikan, masih tergolong dalam kategori "pelemahan terbatas" di antara daftar sepuluh saham yang paling terpukul.
Berdasarkan statistik yang dirilis BEI pada Sabtu (18/4/2026), daftar top losers ini mencakup saham-saham dengan penurunan bervariasi, bahkan ada yang mencapai 21,41 persen. Data lengkap mengenai emiten-emiten tersebut menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar yang ingin memahami lebih dalam dinamika pergerakan harga saham di pekan ini. (Anggie Ariesta)



