Ads - After Header

Strategi Baru Atasi Sampah Jakarta

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah strategis dan terintegrasi untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan komitmennya untuk memperluas jangkauan penanganan sampah kiriman dengan membangun fasilitas penyaring sampah di 11 aliran sungai yang melintasi Jakarta.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar volume sampah yang masuk ke aliran sungai utama tidak semakin menumpuk dan mencemari ekosistem air. Saat meninjau langsung fasilitas Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) di Jakarta Selatan pada Senin (5/10), Pramono menegaskan bahwa replikasi teknologi penyaringan ini akan dilakukan secara masif.

Strategi Baru Atasi Sampah Jakarta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa kita akan mengembangkan penanganan yang seperti ini di 11 sungai yang ada di Jakarta," ujar Pramono di hadapan awak media.

Sebelas sungai yang menjadi target pemasangan fasilitas penyaring sampah tersebut meliputi Kali Sunter, Cipinang, Jatikramat, Baru Timur, Baru Barat, Angke, Grogol, Krukut, Buaran, Kalimalang, hingga Kali Cakung. Dengan adanya fasilitas ini di titik-titik strategis, diharapkan sampah dari daerah hulu dapat disaring sebelum masuk ke aliran sungai yang lebih besar di Jakarta.

Salah satu model yang akan diimplementasikan adalah sistem seperti SSTBS yang saat ini beroperasi di aliran Sungai Ciliwung. Fasilitas ini bekerja dengan cara menyaring sampah kiriman secara terpadu sebelum mencapai kawasan Manggarai. Menurut Pramono, efektivitas SSTBS sudah terbukti nyata, di mana sekitar 30 persen sampah dapat diambil dan diolah langsung di lokasi tersebut.

Proses pengolahan di fasilitas ini tidak hanya sekadar membuang sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Sebagian sampah diolah menjadi kompos organik, sementara sebagian lainnya dipisahkan menjadi residu. Bahkan, sebagian sampah akan diproses dengan mesin pres untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri di sekitar lokasi. Saat ini, sampah yang telah diolah di SSTBS mulai didistribusikan ke wilayah Ciangir dan Cilincing dalam bentuk kompos siap pakai.

Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa penanganan sampah di Jakarta tidak hanya mengandalkan penyaringan di sungai. Pemerintah akan memperkuat ekosistem pengelolaan sampah melalui berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti RDF Rorotan, RDF Bantar Gebang, fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), hingga optimalisasi TPS 3R.

Pramono menegaskan bahwa paradigma penanganan sampah di Jakarta akan diubah total. Jika selama ini penanganan sampah masih bersifat parsial atau terfragmentasi, ke depannya pemerintah akan menerapkan pendekatan yang lebih holistik dan terencana secara sistematis.

"Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar penanganan sampah di Jakarta yang selama ini masih bersifat parsial, sekarang mulai kita tangani secara lebih terencana dan terintegrasi," pungkasnya. Dengan strategi menyeluruh ini, Jakarta diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sistem pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer