Chapnews – Nasional – Kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang diduga menjadi korban perundungan, menjadi sorotan tajam pemerintah. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.
Menyikapi tragedi yang menimpa Timothy, Brian menjelaskan bahwa Rektor Unud telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap fakta sebenarnya dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta pihak-pihak terkait. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab universitas dalam menangani kasus perundungan.

Mendiktisaintek juga menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Melalui Inspektorat Jenderal, Kemdiktisaintek tengah menjalankan Kampanye Nasional PPKPT untuk memastikan seluruh kampus di Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) PPKPT.
Satgas PPKPT memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan. Tugasnya meliputi penyediaan mekanisme pelaporan, investigasi, dan pendampingan korban, serta memberikan dukungan psikologis, hukum, dan sosial. Selain itu, Satgas juga bertugas memperkuat relasi yang sehat, setara, dan berintegritas di antara seluruh warga kampus.
"Mekanisme pelaporan kasus kekerasan dapat dilakukan oleh korban maupun saksi, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui kanal pelaporan kampus masing-masing atau ke Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek," tegas Brian.
Tragedi ini bermula ketika Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi Universitas Udayana, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (15/10). Diduga kuat, Timothy mengalami tekanan psikologis berat akibat perundungan yang dilakukan oleh rekan-rekannya.
Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang menunjukkan Timothy kerap menjadi bahan ejekan. Ironisnya, setelah kejadian tersebut, sejumlah mahasiswa Universitas Udayana justru melakukan pelecehan terhadap kematian Timothy di media sosial, yang semakin memperburuk situasi dan memicu kecaman luas. chapnews.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengawal upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan tinggi.


