Ads - After Header

Tragedi Pantura Indramayu: 12 Nyawa Melayang, Ini Daftar Korbannya!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Sebuah insiden tragis mengguncang Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu (12/7) siang. Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap pengangkut penumpang dan dua truk besar di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, telah merenggut belasan nyawa dan menyisakan duka mendalam.

Data terkini yang dihimpun chapnews.id menunjukkan, sebanyak 12 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden mengerikan tersebut. Tiga korban dinyatakan tewas di lokasi kejadian perkara (TKP), sementara sisanya menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda, yakni RS Bhayangkara di Losarang dan RS Mitra Plumbon di Widasari. Kedua fasilitas kesehatan ini berlokasi di Kabupaten Indramayu.

Tragedi Pantura Indramayu: 12 Nyawa Melayang, Ini Daftar Korbannya!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Identitas para korban meninggal dunia mulai terungkap, memberikan gambaran pilu tentang dampak kecelakaan ini. Berdasarkan informasi yang diterima hingga Senin (13/7) pagi, delapan korban dirawat di RS Bhayangkara:

  • Mohamad Iqbal (12), warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
  • Ayu Wulandari (32), Sawen (40), Karsinih (60), Sanerah (46), dan Idah (39), seluruhnya berasal dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
  • Sinta (32), warga Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung.
  • Riyan Toni (6), warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

Sementara itu, empat korban meninggal lainnya yang sempat dirawat di RS Mitra Plumbon adalah:

  • Atsal Albara (3), Yunah (49), dan Warkidi (45), ketiganya warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
  • Tamara (22), warga Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

Selain korban jiwa, sejumlah orang juga mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Plumbon. Mayoritas korban luka adalah anak-anak, dan semuanya diketahui merupakan warga Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif, menjelaskan kronologi kecelakaan maut ini. Insiden bermula ketika mobil pikap yang mengangkut 17 orang penumpang, usai menghadiri acara pernikahan, berupaya memutar arah di lokasi kejadian. Nahas, saat manuver tersebut, kendaraan pikap ditabrak oleh sebuah truk wing box. Akibat benturan keras, pikap terdorong ke depan, lalu dihantam lagi oleh truk Hino yang datang dari arah berlawanan, menyebabkan kerusakan parah dan korban berjatuhan.

Untuk mengungkap penyebab pasti dan kronologi detail kecelakaan, Satlantas Polres Indramayu bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar akan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menggunakan metode Traffic Analisis Accident (TAA) pada Senin siang. "Nanti sekitar jam 09.00 WIB (olah tempat kejadian)," ujar AKP Undang Syarif, saat dihubungi chapnews.id pada Senin pagi, menegaskan komitmen pihak berwenang untuk menuntaskan penyelidikan atas tragedi ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer