Chapnews – Nasional – Kupang – Seluruh jenazah korban bentrokan berdarah yang mengguncang Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil dievakuasi. Termasuk satu jenazah yang sempat tergeletak di jalan raya, kini telah dibawa ke Rumah Sakit Pratama Adonara untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi tersebut. "Jenazah sudah (berhasil) dibawa ke Rumah Sakit Pratama," ujar Adhitya saat dikonfirmasi chapnews.id pada Sabtu (18/7) sore. Proses evakuasi ini terlaksana setelah serangkaian negosiasi intensif antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama para tokoh masyarakat setempat, memastikan jenazah dapat dibawa ke kamar jenazah untuk identifikasi dan visum et repertum (VER).

Jenazah yang terakhir dievakuasi tersebut diidentifikasi sebagai seorang laki-laki berusia sekitar 60 tahun, warga Desa Narasaosina. Diduga kuat, korban meninggal dunia akibat luka bacok yang dideritanya saat bentrokan pecah antara dua kelompok pemuda pada Sabtu (18/7) pagi. Saat ini, pihak berwenang masih menunggu peti jenazah untuk kemudian menyerahkan korban kepada keluarga melalui Forkopimda.
AKBP Adhitya Octorio Putra juga mengungkapkan bahwa bentrokan maut tersebut melibatkan dua kelompok pemuda dari Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, dan Dusun Bele, Desa Waeburak, Kecamatan Adonara Timur. Insiden tragis ini menelan total tiga korban jiwa.
Dari ketiga korban meninggal, dua di antaranya telah berhasil diserahkan kepada keluarga masing-masing, yakni satu warga Desa Narasaosina dan satu warga Desa Waeburak. Namun, satu jenazah korban yang meninggal akibat luka bacok sempat menjadi sorotan. Hingga pukul 14.00 WITA, jenazah tersebut masih tergeletak di jalan raya Waiburak, tepatnya di depan Masjid Waiburak. Keadaan ini terjadi karena terhalang oleh kerumunan massa yang menghalangi akses, meskipun tenaga medis dan mobil ambulans sudah berada di lokasi. Setelah negosiasi alot, massa akhirnya mengizinkan jenazah untuk dibawa ke rumah sakit.
Pasca-evakuasi, situasi di lokasi bentrokan dilaporkan berangsur pulih. Massa yang sebelumnya memadati area mulai kembali ke rumah masing-masing. Kendati demikian, puluhan personel aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri, dilengkapi dengan senjata lengkap, masih bersiaga ketat di lokasi untuk memastikan keamanan dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Secara terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda NTT, Kombes Afrizal Asri, mengonfirmasi penambahan kekuatan personel. "Ada 32 orang yang sedang digeser ke Adonara," kata Afrizal saat dihubungi pada Sabtu sore, merujuk pada personel Brimob dari Maumere yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi bentrokan untuk memperkuat pengamanan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti bentrokan berdarah yang memakan korban jiwa ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.


