Chapnews – Ekonomi – Pemerintah secara tegas membantah anggapan bahwa kebijakan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) maksimal 50 liter per kendaraan per hari merupakan bentuk pembatasan. Sebaliknya, langkah ini ditekankan sebagai upaya strategis untuk mendorong penggunaan BBM yang lebih wajar dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. (Foto: chapnews.id/Pertamina)
JAKARTA – Kebijakan terkait pembelian BBM dengan batas maksimal 50 liter per kendaraan per hari kembali menjadi sorotan. Namun, pemerintah memastikan bahwa ini bukanlah sebuah pembatasan, melainkan imbauan untuk konsumsi yang bijak. Selain itu, masyarakat juga tidak perlu khawatir, karena pemerintah menjamin tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, yang berlaku sepanjang April 2026.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait kebijakan pembelian BBM 50 liter per kendaraan per hari, yang berlaku per Minggu (5/4/2026):
1. Dorongan untuk Pembelian BBM yang Wajar dan Bijak
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara khusus menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengedepankan kebijaksanaan dalam mengonsumsi BBM. Imbauan ini muncul di tengah fluktuasi harga energi global yang tak menentu, menekankan pentingnya peran serta aktif publik dalam menjaga stabilitas pasokan dan konsumsi energi nasional.
Mengacu pada pengalamannya sebagai mantan sopir angkot, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan energi. "Saya mantan sopir angkot, saya mengajak kepada semua masyarakat bahwa dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan kerja sama dari masyarakat. Caranya seperti apa? Kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak," ujarnya, menekankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
2. Volume 50 Liter per Kendaraan Dinilai Sangat Cukup
Terkait volume pengisian, Bahlil menjelaskan bahwa pembelian BBM yang wajar bagi kendaraan pribadi dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian serta kapasitas tangki. Ia menilai, untuk mobil pribadi, volume 50 liter per hari sudah sangat memadai dan mencukupi.
Bahlil, dengan latar belakangnya sebagai pengemudi angkutan umum, memberikan ilustrasi praktis. "Sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, tangkinya sudah penuh. Jadi kita akan mendorong ke sana. Yang tidak terlalu penting, kami mohon agar kita juga bisa lakukan dengan bijak," imbuhnya, mengajak masyarakat untuk memprioritaskan kebutuhan esensial dan menghindari pembelian berlebihan yang tidak perlu.
Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mengelola energi, demi keberlanjutan pasokan dan stabilitas harga di masa mendatang.


