Ads - After Header

Bukan Insiden Biasa! Walhi Bongkar Borok TPA Benowo

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, pada Minggu (19/7) malam, bukan sekadar kejadian biasa. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur dengan tegas menyatakan insiden ini merupakan cerminan kegagalan sistem pengelolaan sampah yang berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.

Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Pradipta Indra Ariono, pada Rabu (22/7) menegaskan bahwa peristiwa ini mengindikasikan kelemahan serius dalam penanganan sampah. Menurutnya, pemerintah daerah masih mengadopsi sistem open dumping yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Sistem ini, lanjut Pradipta, sangat berbahaya karena menghasilkan gas metana (CH4) yang mudah terbakar, menjadi pemicu utama bencana serupa.

Bukan Insiden Biasa! Walhi Bongkar Borok TPA Benowo
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Walhi Jatim juga menyoroti bahwa kebakaran TPA Benowo bukanlah yang pertama di Jawa Timur. Beberapa waktu lalu, TPA Pakusari di Kabupaten Jember juga mengalami kebakaran yang melahap 500 meter persegi lahan. Dua insiden ini, menurut Walhi, menunjukkan tata kelola sampah yang buruk, meningkatkan risiko bencana ekologis, terutama di tengah ancaman krisis iklim dan gelombang panas yang berpotensi memicu kebakaran di gunungan sampah.

Kebakaran di TPA Benowo sendiri terjadi mulai pukul 18.49 WIB dan baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.58 WIB. Api melahap area seluas 900 meter persegi di Blok 1B, dari total luas TPA Benowo yang mencapai sekitar 37 hektare. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya, Laksita Rini, telah membantah spekulasi awal bahwa penyebab kebakaran adalah flare dari pertandingan sepak bola di Stadion Gelora Bung Tomo, mengingat jarak yang cukup jauh antara kedua lokasi.

TPA Benowo dikenal sebagai salah satu fasilitas pengelolaan sampah terbesar di Indonesia, bahkan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang diresmikan pada tahun 2021. Fasilitas ini mampu mengelola hingga 1.600 ton sampah per hari dari Surabaya dan sekitarnya.

Namun, Walhi Jatim berpendapat bahwa keberadaan PLTSa dengan teknologi termal sekalipun belum mampu menyelesaikan akar persoalan sampah secara menyeluruh. Kebakaran ini justru membuktikan bahwa masalah mendasar seperti tingginya volume sampah yang terus masuk, ketergantungan pada metode penimbunan, dan kurangnya upaya pengurangan sampah dari hulu, masih belum tertangani secara efektif.

Lucky Wahyu, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Jatim, menegaskan, "Kebakaran TPA Benowo harus menjadi alarm bahwa krisis persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun infrastruktur berteknologi tinggi. Akar persoalannya adalah tingginya produksi sampah dan lemahnya kebijakan pengurangan sampah dari sumber. Selama paradigma pengelolaan sampah masih bertumpu pada membuang dan membakar, maka risiko bencana ekologis seperti kebakaran akan terus berulang."

Oleh karena itu, Walhi Jatim mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segera mengevaluasi seluruh TPA di wilayahnya yang masih menerapkan sistem open dumping. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap proses penanganan sampah dari hulu hingga hilir juga harus dilakukan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang, demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer