Ads - After Header

Demi Haji Mabrur: Ibu Ini Ikhlas Tinggalkan Balita Tercinta

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Pemandangan mengharukan menyelimuti Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, saat rombongan calon jemaah haji mulai memasuki fase karantina. Di antara ribuan wajah penuh harap, terselip kisah pengorbanan seorang ibu yang harus menahan tangis demi panggilan suci ke Baitullah, meninggalkan putra balitanya yang masih sangat kecil.

Dilema emosional ini tergambar jelas pada Leny Azkiyah (37), yang tak mampu membendung air mata saat harus berpisah dengan putranya yang berusia lima setengah tahun. Dari balik jeruji pagar asrama, Leny melambaikan tangan dengan berat hati, sebuah adegan yang menguras emosi para pengantar dan saksi mata.

Demi Haji Mabrur: Ibu Ini Ikhlas Tinggalkan Balita Tercinta
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Bagi Leny, menunaikan ibadah haji tahun ini adalah pengalaman pertamanya sekaligus penantian panjang yang telah ia dambakan sejak tahun 2013. "Ya Allah, senang, tapi campur sedih juga ya ninggalin anak ini," ungkap Leny kepada chapnews.id di dalam Asrama Haji Pondok Gede, Rabu (22/4) siang. Kebahagiaan akan kesempatan bertamu ke Tanah Suci berpadu dengan rasa berat melepaskan sang buah hati yang masih sangat membutuhkan perhatian.

Momen perpisahan kian menguras air mata ketika sang putra kecil menahan tangis, mengulurkan tangan mungilnya dari sela-sela jeruji, seolah menolak ditinggal pergi. Namun, Leny berusaha tegar, didukung penuh oleh sanak saudara yang berjanji akan merawat putranya selama ia menunaikan ibadah. "Iya sedih. Tapi untung alhamdulillah ada keluarga-keluarga semua yang jagain dia," ucap Leny.

Di tengah isak tangis, pihak keluarga tak henti-hentinya memberikan penguatan moral serta memanjatkan doa. "Ya mudah-mudahan bisa menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Sehat biar disehatin, panjang umur, selamat di sono, ya kan? Bisa ibadah dengan tenang gitu. Yang di rumah diikhlaskan saja," ujar salah satu perwakilan keluarga, mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah Leny dan suami.

Di tengah drama perpisahan personal, kloter tiga calon jemaah haji asal DKI Jakarta secara resmi mulai memasuki Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Rabu (22/4) siang. Kedatangan ini menjadi penanda dimulainya fase karantina serta pemeriksaan akhir sebelum mereka diterbangkan menuju Tanah Suci.

Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, mengonfirmasi bahwa tahapan penerimaan jemaah berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). "Ya, kloter 3 rencana kedatangan ini nanti jam 12 hari ini. Hari Rabu, untuk SP ya, penerbangan SP. Itu di 445 ya. Jadi sesuai jadwal, hari ini mulai masuk ke embarkasi, nanti untuk persiapan keberangkatan besok," jelas Ali di Asrama Haji Pondok Gede.

Secara keseluruhan pada tahun ini, Asrama Haji Pondok Gede akan memberangkatkan total 7.806 calon jemaah haji menuju Tanah Suci. Embarkasi tersebut melayani pemberangkatan yang terbagi ke dalam 19 kelompok terbang (kloter) secara bertahap. "Untuk Pondok Gede sudah dua kloter ya, ini mau masuk ketiga kloter. Total jemaah yang akan diberangkatkan dari Pondok Gede itu di 7.806 jemaah dengan 19 kloter," rinci Ali.

Sebelum diterbangkan ke Arab Saudi, ribuan jemaah tersebut harus mengikuti serangkaian alur penerimaan yang ketat setibanya di asrama. Usai merampungkan seluruh urusan logistik dan administrasi, termasuk cek kesehatan, dokumentasi, penerimaan living cost, dan gelang identitas, pihak embarkasi menegaskan bahwa pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama bagi para calon haji. "Jadi setelah selesai cek kesehatan, dokumentasi, dan terima living cost, gelang, dan lain sebagainya sudah lengkap, mereka akan diistirahatkan. Intinya itu untuk istirahat di asrama untuk menunggu masa penerbangan," terang Ali.

Meski jemaah difokuskan untuk beristirahat penuh, waktu tunggu di embarkasi tetap dimanfaatkan panitia untuk memberikan pembekalan komprehensif. Beberapa di antaranya edukasi kerohanian serta panduan kebugaran medis yang akan diselipkan penyelenggara pada waktu-waktu luang jemaah, seperti di sela-sela pelaksanaan ibadah salat wajib. "Nah, kegiatannya, ini karena mereka poin utamanya adalah istirahat, nah mereka ketika nanti pas salat wajib, entah itu baik Magrib, Isya, dan lain sebagainya, nanti ada pemantapan manasik terakhir ya dari penyelenggara kita di asrama," tutur Ali. "Sekaligus nanti ada sosialisasi kesehatan dan trik-trik mereka ketika nanti di sana agar bisa tetap sehat, fit, dan bisa menjalankan ibadah secara maksimal."

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer