Ads - After Header

Drama Atlet Golf Jesslyn: Diculik atau Kabur ke KL?

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Misteri dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay semakin meruncing. Pihak kepolisian hingga kini belum menerima permintaan uang tebusan, sebuah fakta yang menambah kompleksitas kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pada Selasa (21/7), menegaskan bahwa penyelidikan tetap berjalan intensif, bahkan setelah laporan awal ditarik kembali.

Roby menjelaskan bahwa motif di balik insiden yang menimpa Jesslyn masih menjadi teka-teki. "Kami sedang mempertimbangkan beberapa kemungkinan motif. Namun, sampai saat ini, belum ada informasi mengenai permintaan uang tebusan atau sejenisnya," ujar Roby kepada awak media.

Drama Atlet Golf Jesslyn: Diculik atau Kabur ke KL?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fakta mengejutkan terungkap dari pendalaman sementara polisi: Jesslyn diketahui telah meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, bersama dua kerabatnya. Keberangkatan itu tercatat pada 14 Juli melalui Semarang, hanya satu hari setelah ia diduga menjadi korban penculikan. Untuk menguak tabir ini, Roby menyatakan pihaknya akan segera memanggil dua kerabat Jesslyn yang bersamanya ke Kuala Lumpur, serta ayah Jesslyn, untuk dimintai keterangan.

"Sampai saat ini, kami masih mengundang ketiga pihak tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini kepada petugas Polres Metro Jakarta Pusat," tambahnya.

Insiden dugaan penculikan Jesslyn Wijaya Lay sendiri dilaporkan terjadi pada Senin (13/7) malam, sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, Jesslyn sedang merayakan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan kuasa hukum keluarga, Andi Darti, sesaat sebelum acara dimulai, Jesslyn secara tiba-tiba ditutup matanya dan diangkat secara paksa oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. "Korban sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," jelas Andi Darti dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id pada Senin (20/7). Kendaraan tersebut kemudian melaju meninggalkan lokasi. Saksi di lokasi menyebutkan ada sekitar lima pria di sekitar mobil saat kejadian berlangsung.

Peristiwa mencekam ini kemudian dilaporkan secara resmi ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh seorang teman Jesslyn berinisial NA. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Namun, pada Minggu (19/7), pelapor NA mengajukan pencabutan laporan secara tertulis. Meski demikian, AKBP Roby Heri Saputra menegaskan bahwa proses penyelidikan tidak serta-merta dihentikan. "Kami dari Satreskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak masih belum menghentikan penyelidikan sampai dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, serta memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," tegas Roby, menunjukkan komitmen polisi untuk menyingkap kebenaran di balik kasus yang penuh misteri ini.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer