Ads - After Header

Jeritan Hati Warga Aceh: 3 Pekan Terisolir, Desa Hancur!

Ahmad Dewatara

Jeritan Hati Warga Aceh: 3 Pekan Terisolir, Desa Hancur!

Chapnews – Nasional – Jeritan pilu menggema dari Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Selama lebih dari tiga pekan, ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut terperangkap dalam keterisolasian total akibat putusnya akses jalan pasca-banjir bandang dahsyat. Warga memohon intervensi cepat pemerintah, menyatakan keputusasaan mereka setelah hampir sebulan tanpa akses memadai.

Kondisi kritis ini bermula sejak tiga pekan lalu, ketika banjir bandang dan tanah longsor menerjang, memutuskan satu-satunya akses jalan menuju desa-desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat. Akibatnya, pasokan bahan pangan, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya semakin menipis, bahkan habis.

Jeritan Hati Warga Aceh: 3 Pekan Terisolir, Desa Hancur!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Sudah 25 hari, kami sudah tidak sanggup lagi," ungkap Sertalia, seorang warga Kampung Jamat, dengan nada putus asa kepada chapnews.id pada Sabtu (20/12). Ia menambahkan, "Kami bukan mau mengemis, tapi tolong buka akses jalan kami agar kami bisa berusaha dan kembali mandiri."

Kampung Jamat adalah salah satu dari beberapa desa yang kini sepenuhnya terisolasi. Sertalia menuturkan, warga setempat telah mengerahkan seluruh tenaga untuk bergotong royong membangun tenda pengungsian, menyelamatkan harta benda, bahkan mencoba membuka jalan dan membuat jembatan darurat. Namun, upaya tersebut kini terhenti karena kehabisan tenaga dan sumber daya.

Meskipun bencana telah berlalu lebih dari tiga pekan, Sertalia menuturkan bahwa belum ada upaya signifikan dari pemerintah untuk memulihkan akses jalan atau memberikan bantuan berkelanjutan yang memadai. Bantuan logistik yang sempat diterima pun sangat terbatas dan jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan ratusan jiwa yang terdampak.

Dampak bencana ini sangat parah. Empat desa di Kemukiman Wih Dusun Jamat, yakni Kampung Jamat, Kute Reje, Delung Sekinel, dan Kampung Reje Payung, dilaporkan "hilang" setelah tersapu banjir bandang dan kini berubah menjadi aliran sungai. Sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) dari keempat desa tersebut kini harus bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian, kehilangan rumah dan harta benda mereka.

Selain Aceh Tengah, bencana banjir juga dilaporkan melanda wilayah lain di Aceh, termasuk Aceh Barat, menambah daftar panjang daerah yang terdampak musibah hidrometeorologi. Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera merespons jeritan mereka dengan tindakan nyata, bukan hanya janji. Pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama agar roda kehidupan dan perekonomian warga dapat kembali berputar.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer