Chapnews – Nasional – Di tengah krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kepala daerah. Inti instruksi tersebut jelas: larangan mutlak membuka lahan dengan cara membakar, tanpa pengecualian sedikit pun.
Instruksi darurat ini disampaikan Mendagri Tito usai menghadiri acara Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Batch II Regional Kalimantan di Balikpapan pada Kamis (3/9) malam. Dengan nada serius, Tito menegaskan, "Ketika sudah terjadi bencana seperti ini, saya mengeluarkan instruksi Mendagri untuk tidak melakukan pembakaran tanpa kecuali."

Mantan Kapolri itu melanjutkan, "Jadi, saya membuat instruksi kepada semua daerah untuk melarang pembukaan lahan tanpa kecuali. Saya mohon maaf, ini emergency," imbuh Tito, menekankan urgensi situasi yang tidak bisa ditawar.
Tito menjelaskan, instruksi ini berlandaskan Undang-Undang Bencana tahun 2007, mengingat dampak karhutla yang masif dan merugikan. "Karhutla telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat, mulai dari masalah kesehatan warga, kerusakan ekosistem flora dan fauna, hingga gangguan serius pada sektor penerbangan," paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Mendagri menggarisbawahi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan karhutla. "Prioritas utama kita adalah memadamkan api di area yang sudah terbakar, apapun caranya. Dan yang tak kalah penting, mencegah munculnya titik api baru," tegasnya.
Saat ini, karhutla masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatera, Riau, dan Jambi. Untuk merespons situasi ini, pihak berwenang di Indonesia telah mengerahkan segala upaya. Tim gabungan dari pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), militer, hingga kepolisian bahu-membahu memadamkan api dan melokalisasi titik-titik panas. Tak hanya itu, teknologi juga dimanfaatkan melalui operasi water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan, sebagai strategi mitigasi jangka pendek.


