Ads - After Header

Rupiah Menggila: Dolar AS Tumbang, Apa Rahasianya?

Ahmad Dewatara

Rupiah Menggila: Dolar AS Tumbang, Apa Rahasianya?

Chapnews – Ekonomi – Nilai tukar Rupiah menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (8/4/2026). Mata uang Garuda berhasil menguat signifikan sebesar 93 poin atau setara 0,54%, menembus level Rp17.012 per dolar AS. Penguatan ini sebagian besar dipicu oleh sentimen positif dari perkembangan geopolitik global, khususnya terkait gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyoroti peran krusial keputusan Presiden AS Donald Trump. Dalam risetnya yang dikutip oleh chapnews.id, Ibrahim menjelaskan bahwa Trump telah menyetujui penangguhan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu, dengan alasan AS telah mencapai tujuan militer intinya. Pengumuman mengejutkan ini datang kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu pukul 20.00 ET yang sangat dinantikan investor sebagai potensi pemicu eskalasi besar.

Rupiah Menggila: Dolar AS Tumbang, Apa Rahasianya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sebelumnya, ketegangan sempat memuncak dengan peringatan keras Trump bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika Iran tidak mematuhi kesepakatan. Gencatan senjata yang berhasil dimediasi oleh Pakistan ini, setelah serangkaian upaya diplomatik menit-menit terakhir, sangat bergantung pada jaminan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara aman. Selat ini merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global. Iran sendiri telah mengisyaratkan kesediaan bersyarat untuk meredakan ketegangan, menyatakan bahwa jalur aman melalui Selat akan mungkin selama periode gencatan senjata, asalkan permusuhan dihentikan dan kapal-kapal berkoordinasi dengan otoritas Iran.

Selain dinamika geopolitik, pasar juga menanti dengan cermat rilis laporan indeks harga konsumen (CPI) AS untuk bulan Maret pada hari Jumat mendatang. Laporan ini diharapkan menjadi indikasi awal yang jelas mengenai dampak lonjakan harga energi baru-baru ini terhadap inflasi. Para ekonom memprediksi inflasi inti akan meningkat secara bulanan, terutama didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar, yang berpotensi mempersulit langkah kebijakan Federal Reserve ke depan.

Dari ranah domestik, sentimen positif juga datang dari capaian pendapatan negara. Hingga 31 Maret 2026, realisasi pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun, menunjukkan peningkatan 10,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini setara dengan 18,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun, memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer