Chapnews – Nasional – Wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara masih dihantui rentetan gempa susulan pasca-guncangan magnitudo 7,6 yang melanda perairan Bitung pada Kamis (2/4) lalu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat angka mengejutkan: 921 gempa susulan telah terjadi hingga Minggu, 5 April pukul 05.48 WIB, menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat.
Dari total kejadian tersebut, BMKG merinci bahwa kekuatan gempa susulan bervariasi, dengan yang terbesar mencapai magnitudo 5,8 dan yang terkecil 1,7. Sebanyak 22 kejadian di antaranya bahkan dirasakan langsung oleh masyarakat, menambah tekanan psikologis di tengah upaya pemulihan pasca-gempa utama.

Sebelumnya, gempa berkekuatan M 7,6 yang berpusat di perairan Bitung sempat memicu peringatan dini tsunami. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi adanya deteksi tsunami di Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06.08 WIB, dan di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06.15 WIB. Meskipun ketinggian gelombang relatif kecil, BNPB menekankan pentingnya kewaspadaan mengingat potensi gelombang susulan masih dapat terjadi.
Menyikapi situasi ini, BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai. Warga diminta tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah. Selain itu, ketenangan dan kepatuhan terhadap arahan aparat setempat menjadi kunci, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan oleh tim di lapangan sesuai perkembangan situasi.
Respons cepat juga datang dari pemerintah pusat. Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menginstruksikan BNPB untuk segera mengevakuasi warga terdampak. Teddy menjelaskan bahwa pada hari pertama kejadian, Presiden Prabowo langsung berkomunikasi dengan Kepala BNPB. Tim reaksi cepat dari BNPB daerah, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan evakuasi di lokasi terdampak. Kepala BNPB juga telah mengeluarkan peringatan agar warga tidak kembali beraktivitas di gedung-gedung yang mengalami kerusakan akibat gempa, demi keselamatan bersama.


