Chapnews – Ekonomi – Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, akhirnya angkat bicara mengenai polemik seputar Saldo Anggaran Lebih (SAL). Ia memastikan bahwa koordinasi antara bank sentral dan pemerintah, khususnya terkait tata kelola dan skema penempatan dana SAL, berjalan sangat solid dan terarah. Destry mengungkapkan, dirinya telah melakukan diskusi intensif dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta berkoordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan setiap langkah diambil dengan cermat.
Lebih lanjut, Destry menjelaskan bahwa pemanfaatan dana SAL yang dialokasikan ke sektor perbankan memiliki tujuan strategis. Kebijakan ini dirancang untuk memperkuat likuiditas perbankan nasional melalui penambahan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan demikian, ia menilai langkah tersebut justru tidak menimbulkan kendala bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas.

"Memang dana SAL itu dialokasikan untuk menambah DPK bank, jadi bagi kami itu bukan masalah. Sepanjang tujuannya jelas dan ada koordinasi yang baik, semuanya terkendali," ujar Destry saat ditemui di kompleks Parlemen, baru-baru ini.
Destry tidak menampik bahwa langkah yang ditempuh oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini berpotensi memberikan dampak terhadap peredaran uang di masyarakat. Namun, ia dengan tegas memastikan bahwa seluruh potensi dampak tersebut telah dimitigasi secara komprehensif melalui pembahasan teknis antar-lembaga yang mendalam.
"Sejauh ini tidak ada masalah. Kami terus menjaga komunikasi. Bahkan, tim teknis dari berbagai lembaga sudah duduk bersama untuk membahas detailnya," imbuhnya.
Saat ini, sinergi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus diperkuat. Mereka secara terpadu memantau dinamika serta perputaran alokasi dana SAL di industri perbankan, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan.

