Chapnews – Nasional – Aksi protes terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menggema di Yogyakarta. Kali ini, puluhan ibu-ibu yang dipimpin oleh seniman Siti Fauziah Saekhoni, yang dikenal sebagai Bu Tejo dalam film ‘Tilik’, menggelar aksi di Bundaran UGM, Sleman, DIY, Jumat (3/10). Aksi ini merupakan buntut dari maraknya kasus keracunan yang diduga disebabkan oleh program MBG.
Rentetan kasus keracunan akibat MBG mencuat, mulai dari puluhan siswa SD di Soe, NTT, hingga ratusan siswa SMPN 8 dan SMAN 3 Purworejo, Jawa Tengah. Bahkan, enam siswa SD di Gunungkidul, DIY, harus dilarikan ke rumah sakit akibat mual dan muntah usai menyantap hidangan MBG.

Dalam aksi bertajuk ‘Kenduri Suara Ibu Indonesia #2’, para ibu-ibu membawa peralatan dapur dan membunyikannya sebagai bentuk protes. Mereka juga membawa rantang berisi bekal makanan sehat dan membagikannya kepada peserta aksi. Diskusi pun digelar dengan melibatkan pegiat pangan lokal, aktivis antikorupsi, dan peneliti politik pangan.
Bu Tejo menyentil pemerintah yang tetap menjalankan program MBG meski kasus keracunan terus bermunculan. Ia menilai program ini berpotensi menjadi ajang mencari keuntungan dan mengabaikan hak dasar manusia. "Ini tidak cuma soal nyawa, ini hak dasar sebagai manusia," tegasnya.
Para ibu-ibu menuntut evaluasi total dan tinjauan ulang terhadap program MBG. Mereka mempertanyakan kualitas bahan baku yang digunakan dan menyoroti keterlibatan korporasi dalam program ini. "Stop makan beracun gratis!" seru para ibu-ibu.
Kalis Mardiasih, penulis dan aktivis, mengkritik respons pemerintah yang dinilai tidak tepat sasaran. Ia menyoroti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menyewa koki dan memasang CCTV di dapur MBG, padahal masalah utama adalah tata kelola program yang sentralistik dan militeristik.



